Awas, 70 Persen Obat Penurun Panas Tidak Cocok untuk Anak-anak

Sebuah riset independen Retail Audit Nielsen, Indonesia Urban mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen konsumsi obat penurun demam anak di wilayah perkotaan di Indonesia adalah mengandung asam astilsalisilat (acetyl salicylic acid). Asam antisalisilat adalah jenis bahan aktif yang tidak sesuai untuk konsumsi anak-anak karena diduga dapat menyebabkan sindroma Reye.

Sindrom Reye berkaitan dengan ketidakmampuan tubuh untuk mengatasi zat tubuh tertentu yang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otak dan hati yang banyak menimpa anak-anak dibawah usia 12 tahun. “Gejalanya berupa muntah tak terkendali, demam, mengigau, dan tidak sadar,” demikian diungkapkan Dinas Kesehatan DKI dalam konferensi pers, Rabu (5/11) di Jakarta.

Karenanya, berbagai merek obat penurun panas ini perlu diwaspadai terutama yang sering digunakan untuk penanganan pasien demam berdarah dengue (DBD). Apalagi, Indonesia merupakan negara tropis dengan angka kejadian DBD yang tinggi. Jutaan orang dan sebagian besar di antaranya adalah anak-anak.

Asam Asetilsalisilat maupun obat antiimflamasi non-steroid (NSAID) seperti ibuprofen mempunyai indikasi kontra pada demam dengue maupun DBD karena dapat menimbulkan risiko perdarahan pada infeksi dengue dan sakit lambung yang memperburuk penyakit DBD. Ibuprofen tidak dianjurkan karena dapat menurunkan trombosit dan menyebabkan perdarahan organ dalam.

Sumber: KOMPAS.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: